Seminar Online Membangun Self Protection Remaja

Saturday, 11/06/2022 Kegiatan Mahasiwa

Seminar Nasional "Membangun Self Protection Remaja Terhadap Intimidasi dan Pelecehan Seksual”
Pada hari Sabtu, 11 Juni 2022 Pukul 09.00 WIB Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo menyelenggarakan kegiatan Seminar Online dengan Tema "Membangun Self Protection Remaja Terhadap Intimidasi dan Pelecehan Seksual”. Dengan diadakannya Seminar Online ini dapat membantu memperluas jaringan dan relasi karena seminar ini dapat diikuti oleh peserta seminar dari berbagai wilayah diantaranya dari Semarang, Surakarta, Pati, Cepu, Brebes, Purworejo, Yogyakarta, Tasikmalaya, Malang, Mataram, Lombok,  Kupang, Atambua, Balikpapan, Lampung, Palemban, dll. Narasumber dalam seminar ini bapak Taufik Kurniawan, S.Si.,M.Kom, beliau merupakan staff KPA Kabupaten Semarang. Dalam sambutannya Kaprodi Kebidanan Program Sarjana Ibu Luvi Dian Afriyani, S.SiT.,M.Kes menyampaikan “Intimidasi dan pelecehan seksual merupakan bentuk perilaku negatif yang sering terjadi di kalangan remaja, tindakan intimidasi dan pelecehan seksual dapat memberikan dampak yang luarbiasa bagi korban diantaranya akan mengganggu kesehatan baik secara fisik maupun mental serta mengganggu perkembangan pada remaja tersebut, oleh karenanya perlu adanya upaya pencegahan jangan sampai teman-teman menjadi korban ataubahkan menjadi pelaku.”
Pelecehan seksual merupakan bagian dari 9 jenis kekerasan sekual yang diatur dalam UU TPKS. Kasus kekerasan pada remaja yang sering terjadi adalah kekerasan dalam pacaran, kekerasan dalam pacaran (Dating Violence) merupakan segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam hubungan pacaran, dimana bentuknya bisa berupa kekerasan secara fisik, emosional, ekonomi, maupun seksual.
Remaja harus mengetahui tindakan yang termasuk pelecehan seksual yaitu berupa siulan, main mata, ucapan bernuansa seksual mempertunjukkan materi pornografi, Mempertunjukkan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin sampai menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.
Sedangkan yang termasuk bentuk Intimidasi seksual adalah Ancaman langsung, Ancaman melalui media komunikasi (WA, Email, dll), Ancaman melalui perantara lain, Serangan/ percobaan perkosaan.
Mari kita menjaga diri dari kejahatan seksual dengan Selektif berhubungan dekat (telusur latar belakang), kekerasan dalam pacaran tidak bisa ditolerir, bangun komitmen untuk saling menghargai, dan tidak ada kekerasan, Tinjau ulang hubungan yang telah langgar komitmen dan prinsip, Percaya diri, lepaskan diri dari jerat mitos gender, Bila mengalami kekerasan, cari bantuan orang terdekat, dan beranilah bersuara, Kumpulkan bukti-bukti terjadinya kekerasan sebagai dasar penegakkan hukum, Kekerasan adalah tindak kriminal, dengan demikian kamu bisa melaporkan langsung ke Polisi (unit PPA).

Universitas Ngudi Waluyo © Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Program Profesi 2019